Friday, December 2, 2011

Desember Market Analysis

Berdasarkan data BPS ( Badan Pusat Statistik ), inflasi year on year hingga november adalah sebesar 4.15 % dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yoy mencapai 6.5%. Hal ini adalah suatu pencapaian luar biasa secara fundamental ekonomi Indonesia. Inflasi rendah dengan growth yang mencapai sasaran ( sesuai ekspektasi ) tentunya adalah merupakan sasaran dan tujuan dari perekonomian suatu negara.

Kemarin juga didapat berita bahwa pemerintah dalam kebijakan moneternya menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin menjadi 6%. Secara kasat mata dan berdasarkan data ekonomi diatas maka siapapun akan optimis kedepan ekonomi di 2012 akan tumbuh atau minimal di maintain sama  dengan pencapaian yang sekarang atau lebih bahkan lebih baik.

PERSOALANNYA saat ini adalah adanya ancaman krisis global dimana banyak negara Eropa yang secara ekonomi sudah kelimpungan dan bahkan gagal bayar surat utangnya yang akan jatuh tempo. Jika 2008 adalah sektor swasta di Amerika yang menjadi biang keladi, maka kali ini adalah NEGARA yang diambang kebangkrutan. Bila suatu negara mengalami kebangkrutan maka efeknya tentu akan berdampak lebih luas dan global, efek dominio tentu bisa lebih berdampak dari apa yang terjadi di 2008. Bisakah anda bayangkan bila seorang pegawai negeri di Yunani yang biasanya menerima 14 bulan gaji dalam setahun kemudian harus mengalami pemotongan menjadi 12 bulan gaji ? tentunya gaya hidup dan konsumsi menjadi berubah, inilah yang menimbulkan riots di Yunani, karena penduduk sulit untuk menurunkan gaya hidupnya. Bahkan sedemikian hebatnya suatu negara harus melakukan penghematan demi menghindari kebangkrutan.

Apa dampak ancaman ini terhadap Indonesia dan pasar modal kita? Sebetulnya belajar dari pengalaman 2008, dimana 2006-2007 merupakan tahun keemasan pasar modal kita dan setiap trader, karena tanpa perlu memiliki skill khusus, sambil mimpi malam, bangun tinggal sebut saham apa saja , maka langsung cuan, itulah yang terjadi  saat itu, hingga 2008 subprime mortgage mulai tercium sejak maret 2008, namun baru meledak di Agustus 2008 beritanya. Nah ketika krisis global saat itu telah terjadi, maka hampir di semua negara melakukan KEBIJAKAN MONETER yaitu dengan cara menurunkan bunga. Dengan bunga rendah diharapkan sektor riil bisa berjalan lebih ekspansif, karena saat itu demand di semua sektor boleh dikatakan menurun drastis, bahkan demand untuk Oil yang merupakan indikator perekonomian dunia juga turut hancur, sehingga praktis harga oil turun hingga sekita 35 USD / barrel dari sebelumnya 100 USD / barrel.

Nah Indonesia saat itu setelah terjadinya krisis secara bertahap juga ikut menurunkan suku bunganya. data ekonomi Indonesia saat itu di dengung-dengungkan bahwa secara fundamental cukup kuat kokoh, namun sebetulnya situasi begitu mencekamnya situasi di pasar uang. 

Situasi sekarang dalam SUDUT PANDANG SAYA PRIBADI , melihat adanya pola khas yang sama yaitu :

1. Data ekonomi bagus, suku bunga turun. sekilas terlihat wajar dan menimbulkan optimisme. Namun saya punya sedikit pandangan yang berbeda, jika data bagus dan kebijakan moneter ini dilakukan dalam situasi normal dimana TIDAK adanya ancaman krisis global mungkin saya psepakat bahwa kedepan IHSG bisa 5000 di 2012. Tapi jangan lupa, di 2008, pemerintah agak terlambat dalam menurunkan suku bunga sebagai salah satu senjata menangkal krisis. Nah, kali ini saya melihat pemerintah tidak mau kecolongan, sehingga sebelum dampak krisis tiba, pemerintah  melakukan kebijakan antisipatif yaitu berupa menurunkan suku bunga, dan kebetulan memang inflasinya rendah, dalam hal ini tentunya akan mendorong sektor riil di dalam negeri lebih jalan. dengan cara ini ada peluang Indonesia lebih antisipatif dan siap menghadapi dampak krisis ekonomi global bila memang saatnya tiba. dengan kata lain saya ingin mengatakan, pemerintah saat ini sudah bersiap-siap dan tidak mau lagi seperti 2008 yang agak terlambat mengantisipasi.

2. Kurs dollar diatas 9000. Ini sangat jelas bahwa dengan melemahnya rupiah dalam tempo singkat dari 8400 an hanya dalam beberapa bulan, menandakan adanya  permintaan dollar yang tinggi dalam kurun waktu tersebut, dan kita juga melihat bahwa pasar modal kita IHSG selama 2011 praktis bertumbuh kurang dari 1% per hari ini. Artinya apa? besar kemungkinan menguatnya dollar adalah akibat hot money yang keluar dari Indonesia, dimana para hedge fund asing yang dananya super luar biasa telah mengalami cuan yang banyak di bursa IHSG sejak 2009 maka mereka merealisasikan profitnya , untuk kemudian dikembalikan ke negara asal mereka masing-masing, dan bersipa-siap dengan segala kemungkinan untuk masuk ke instrumen investasi lainnya. seperti obligasi atau surat utang negara yang mana resikonya relatif lebih rendah dan moderat. Secara logika kita bisa menganalisis data ekspor impor BPS , dimana ekspor impor ini juga merupakan salah satu komponen untuk menghitung growth. Nah jika dalam periode sejak kurs 8400 hingga saat ini 9000 , dan aktifitas ekspor impor hanya begitu-begitu saja, lalu apa yang membuat kurs dollar diatas 9000?

3. Secara valuasi market IHSG masih termasuk pasar modal dunia yang mahal, dan adalah wajar bila dana yang kembali ke negaranya dapat di kelola di negara asal di market yang masih murah. Selain itu secara Technical Analysis 2011, praktis IHSG disitu situ saja dengan range 3600-4200, dan memang saya melihat juga adanya proses pendistribusian asing terhadap saham-saham yang mereka collect.

Saya berharap analisa saya ini salah , karena kalau bicara HOPE maka tentunya semua trader berharap selalu adanya pertumbuhan di pasar modal, akan tetapi kita sering lupa bahwa faktanya kita lebih banyak salah dalam menganalisa dan mengambil keputusan. Apa yang saya tulis di postingan ini adalah analisa  setelah menjalani 2011 dan mereview perjalanan IHSg selama ini, karena waktu 2011 praktis hanya tinggal sekita 20 hari lagi. Saya pun masih optimis bahwa  akan ada 1 swing up mendekati atau bahkan menyentuh level 4000 untuk tahun ini. Nah setelah itu,  saya khawatir apa yang saya pikirkan dan analisa  bisa menjadi suatu fakta di tahun 2012.

Yang perlu pembaca ketahui dan sadari adalah, pastikan anda tidak dikuasai HOPE saat anda berada di market. Karena satu-satunya yang dapat membunuh anda di market adalah HOPE. Dalam menganalisa kita semua harus mampu mengeliminir segala macam kondisi emosi, karena faktor emosi ini  yang sebetulnya lebih menguasai diri setiap trader, bahkan secuil berita saja bisa langsung membuat anda mengambil keputusan yang salah, sedikit gerakan di layar monitor saja  langsung bisa membuat jantung anda berdegup dan mau ikut membeli, dan masih banyak faktor lainnya. Oleh karena itu tetaplah belajar belajar dan belajar.

Semoga bermanfaat.


2 comments:

arfian yuddy said...

Luar biasa master

arfian yuddy said...

Luar biasa Master, sy banyak belajar dari anda. Thx

Regards,

Arfian